Apple Kembangkan Teknologi Penghemat Daya Baterai Smartphone
TEKNOLOGI A
|
Deretan produk terbaru Motorola di tahun 2013 boleh jadi tidak
menghadirkan sesuatu yang "wah" dari segi dapur pacu, namun Motorola
menggantinya dengan sebuah fitur yang jelas disambut dengan gembira oleh
para penggemar gadget: battery life yang super awet. Droid Maxx terbaru
mereka bahkan diklaim mampu bertahan hingga 48 jam untuk 1 kali charge!
Namun Motorola bukanlah satu-satunya perusahaan yang meluangkan waktu lebih dalam upayanya untuk menelurkan inovasi di bidang tersebut, karena Apple ditengarai telah mengajukan sebuah aplikasi hak paten untuk sebuah teknologi canggih yang mampu meningkatkan kualitas battery life dari suatu perangkat.
Jika selama ini para produsen mentok dalam berinovasi dan akhirnya hanya mampu menelurkan baterai yang kapasitasnya lebih besar saja, Apple memilih untuk mengembangkan sebuah fitur yang disebut sebagai "Power management for electronic devices" alias manajemen tenaga (listrik) untuk perangkat elektronik.
Apple mengatakan bahwa teknologi ini merupakan sebuah sistem yang mampu mendeteksi pola penggunaan perangkat dari pengguna, lalu memperkirakan kebutuhan energi yang diperlukan tiap kali si pengguna tersebut melakukan recharge, dan menonaktifkan hardware maupun software secara dinamis demi mendapatkan battery life yang maksimal.
Tak hanya itu, sistem ini juga akan menggunakan data lokasi untuk menyesuaikan settingan, dengan berdasarkan pola penggunaan si pengguna di berbagai lokasi yang berbeda.
Sistem ini terdengar mirip dengan solusi Smart Actions dari Motorola atau Snapdragon Battery Guru dari Qualcomm. Bedanya, teknologi dari Apple ini memiliki tambahan fitur adaptasi yang mampu bekerja secara otomatis, sedangkan Smart Actions masih harus diatur secara manual. Namun perlu dicatat bahwa teknologi ini statusnya masih sebatas aplikasi paten, jadi masih belum jelas kapan teknologi ini bisa hadir di berbagai perangkat buatan Apple.
Namun Motorola bukanlah satu-satunya perusahaan yang meluangkan waktu lebih dalam upayanya untuk menelurkan inovasi di bidang tersebut, karena Apple ditengarai telah mengajukan sebuah aplikasi hak paten untuk sebuah teknologi canggih yang mampu meningkatkan kualitas battery life dari suatu perangkat.
Jika selama ini para produsen mentok dalam berinovasi dan akhirnya hanya mampu menelurkan baterai yang kapasitasnya lebih besar saja, Apple memilih untuk mengembangkan sebuah fitur yang disebut sebagai "Power management for electronic devices" alias manajemen tenaga (listrik) untuk perangkat elektronik.
Apple mengatakan bahwa teknologi ini merupakan sebuah sistem yang mampu mendeteksi pola penggunaan perangkat dari pengguna, lalu memperkirakan kebutuhan energi yang diperlukan tiap kali si pengguna tersebut melakukan recharge, dan menonaktifkan hardware maupun software secara dinamis demi mendapatkan battery life yang maksimal.
Tak hanya itu, sistem ini juga akan menggunakan data lokasi untuk menyesuaikan settingan, dengan berdasarkan pola penggunaan si pengguna di berbagai lokasi yang berbeda.
Sistem ini terdengar mirip dengan solusi Smart Actions dari Motorola atau Snapdragon Battery Guru dari Qualcomm. Bedanya, teknologi dari Apple ini memiliki tambahan fitur adaptasi yang mampu bekerja secara otomatis, sedangkan Smart Actions masih harus diatur secara manual. Namun perlu dicatat bahwa teknologi ini statusnya masih sebatas aplikasi paten, jadi masih belum jelas kapan teknologi ini bisa hadir di berbagai perangkat buatan Apple.



0 komentar:
Posting Komentar